Review Jujur Film Bioskop Berjudul Can You Hear Me?

Film Can You Hear Me? Film Can You Hear Me?

Review Jujur Film Bioskop Berjudul Can You Hear Me? Can You Hear Me?, film supernatural romance garapan Simon Hunter yang rilis akhir 2025, langsung bikin penasaran dengan premisnya: seorang tentara Amerika di Perang Dunia I buat perjanjian ilahi untuk kembali ke tunangannya di Inggris, tapi tanpa sadar dia sudah jadi hantu. Dibintangi Peter Facinelli sebagai Samuel si tentara, Charlotte Radford sebagai Annabel tunangannya (yang juga penulis skrip), Matt Barber, dan John Standing, film durasi sekitar 92 menit ini campur romansa, misteri, dan elemen ghost story. Visual period WWI autentik, tapi rating awal IMDb 5.7 tunjukkin respons campur: sebagian suka nuansa romantisnya, sebagian bilang terlalu predictable. Review jujur: manis buat yang suka ghost love story, tapi kurang mendalam dan kadang cheesy.

Plot dan Gaya Eksekusi Film Can You Hear Me?

Cerita fokus Samuel, tentara Amerika yang tertembak di front Prancis 1918, buat bargain dengan “Almighty” untuk kembali ke Annabel di Inggris sebelum “bell terakhir”. Ia hidup lagi, tapi tak sadar sudah mati—love and loss blur saat Annabel (yang hamil anaknya) pelan-pelan sadar kebenaran. Ada elemen war violence seperti Battle of the Somme flashback, tapi fokus romansa: Samuel coba lindungi Annabel dari grief dan dunia luar, sambil hadapi batas waktu divine-nya.

Hunter pilih gaya klasik: visual moody dengan fog perang dan rumah Inggris vintage,review film score orchestral yang sentimental, dan efek ghost sederhana tanpa over CGI. Ini seperti The Ghost and Mrs. Muir versi WWI—romantis tapi bittersweet. Tapi pacing lambat di tengah, bikin terasa seperti TV movie daripada bioskop big. Twist divine bargain predictable, dan ending heartfelt tapi terlalu tidy untuk genre supernatural.

Performa Aktor dan Elemen Teknis Film Can You Hear Me?

Peter Facinelli solid sebagai Samuel: charming soldier yang lost, bawa emosi grief dan love dengan baik. Charlotte Radford (penulis sekaligus star) natural sebagai Annabel—rapuh tapi kuat, chemistry mereka jadi kekuatan utama. Supporting seperti Matt Barber dan John Standing tambah warna sebagai figure lokal yang curiga. Acting overall baik untuk indie, tapi dialog kadang stiff karena accent period.

Teknis oke: cinematography tangkap No Man’s Land dan rumah Inggris dengan detail, efek war undetailed tapi impactful. Tapi gore minim (BBFC note violence moderate), bikin kurang intense buat fans horor. Score dan lighting bikin nuansa haunting, tapi overall production terasa small-scale.

Kesimpulan

Can You Hear Me? adalah romantic ghost story yang manis dan heartfelt, dengan tema love beyond death yang timeless dan performa Facinelli-Radford yang bikin ngena. Cocok buat yang suka drama supernatural ringan seperti What Dreams May Come atau Ghost—skor jujur 6.5/10. Meski predictable dan pacing lambat bikin kurang gripping, kekuatannya di emosi dan pesan let go untuk kebahagiaan orang tercinta. Di akhir 2025 penuh blockbuster action, ini opsi cozy buat malam romantis—tapi jangan harap twist mind-blowing. Worth nonton kalau lagi mood sentimentil, tapi skip kalau cari thrill berat.

Baca Selengkapnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *