Review Film Parasite

review-film-parasite

Review Film Parasite. Film Parasite yang dirilis pada 2019 lalu kembali menjadi pusat perhatian di akhir 2025 ini. Meski sudah berusia enam tahun, karya masterpiece Bong Joon-ho ini terus dibahas luas, terutama setelah masuk dalam daftar film terbaik abad 21 oleh beberapa survei kritikus ternama dan pemutaran ulang remastered di bioskop. Cerita tentang keluarga miskin Kim yang menyusup ke kehidupan keluarga kaya Park ini berhasil merebut hati penonton global dengan satire tajam tentang ketimpangan sosial. Film ini tidak hanya memenangkan Palme d’Or di Cannes, tapi juga membuat sejarah sebagai film non-bahasa Inggris pertama yang meraih Best Picture di Academy Awards. Hingga kini, Parasite tetap relevan, mencerminkan isu kelas sosial yang semakin terasa di berbagai negara. MAKNA LAGU

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film Parasite

Parasite mengisahkan keluarga Kim yang hidup dalam kemiskinan, tinggal di semi-basement sempit dan bergantung pada pekerjaan serabutan. Kesempatan datang saat Ki-woo, putra sulung, direkomendasikan menjadi tutor privat untuk putri keluarga Park yang kaya raya. Secara bertahap, seluruh anggota keluarga Kim menyusup sebagai pegawai rumah tangga Park, menggantikan staf lama dengan tipu muslihat cerdas. Awalnya komedi hitam yang lucu, alur berubah drastis saat rahasia basement rumah Park terungkap, memicu konflik kekerasan dan tragedi. Twist di pertengahan film, termasuk banjir bandang dan pesta ulang tahun yang kacau, membangun ketegangan luar biasa hingga akhir yang mengguncang. Struktur cerita yang mulus, berganti dari humor ringan ke thriller gelap, membuat penonton terpaku sepanjang dua jam lebih.

Akting dan Penampilan Para Pemain: Review Film Parasite

Song Kang-ho sebagai Ki-taek, kepala keluarga Kim, memberikan performa mendalam sebagai pria yang bangga tapi tertekan, dengan ekspresi halus yang menyampaikan kemarahan tersembunyi. Choi Woo-shik dan Park So-dam sebagai anak-anak Kim membawa energi cerdas dan licik, sementara Jang Hye-jin sebagai ibu Kim menambah kekuatan emosional. Di sisi Park, Lee Sun-kyun dan Cho Yeo-jeong memerankan pasangan kaya dengan naif yang sempurna, kontras tajam dengan keluarga Kim. Lee Jung-eun dan Park Myung-hoon dalam peran kunci basement turut mencuri scena dengan intensitas mencekam. Ensemble cast ini begitu solid, didukung arahan Bong yang presisi, membuat setiap interaksi terasa nyata dan penuh lapisan, menjadi salah satu kekuatan utama film.

Tema dan Warisan Film

Parasite secara brilian menyoroti ketimpangan kelas, di mana orang kaya tak sadar privilege mereka sementara yang miskin rela apa saja untuk naik. Simbol seperti bau badan, tangga, dan rumah mewah vs basement memperkuat metafor parasitisme sosial. Film ini juga satir kapitalisme akhir, di mana “ramah” sering kali privilege orang kaya. Warisannya tak tertandingi: meraih empat Oscar termasuk Best Director dan Best Original Screenplay, membuka pintu lebih lebar bagi sinema Asia global. Di 2025, ia sering disebut benchmark satire sosial, masuk daftar terbaik abad ini, dan terus menginspirasi diskusi tentang inequality. Pengaruhnya terlihat pada banyak film thriller kemudian, membuktikan bagaimana satu karya bisa mengubah pandangan dunia terhadap isu sosial.

Kesimpulan

Parasite bukan sekadar film thriller, tapi cermin tajam masyarakat modern yang penuh kontradiksi. Dengan narasi cerdas, akting brilian, dan tema abadi, ia tetap menjadi mahakarya yang mengguncang dan menghibur sekaligus. Enam tahun berlalu, tapi dampaknya semakin kuat, mengingatkan kita pada jurang kelas yang tak pernah hilang. Bagi yang belum menonton, ini wajib; bagi yang sudah, nilai ulangnya selalu membawa wawasan baru. Sebuah karya ikonik yang layak disebut salah satu terbaik sepanjang masa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *