Review Film May December: Drama yang Mengganggu

Review Film May December: Drama yang Mengganggu

Review Film May December: Drama yang Mengganggu. May December (2023), karya sutradara Todd Haynes, tetap menjadi salah satu film paling mengganggu dan banyak dibicarakan sejak tayang perdana di Festival Film Cannes hingga rilis luas pada akhir 2023. Dibintangi Natalie Portman, Julianne Moore, dan Charles Melton, film berdurasi 117 menit ini terinspirasi dari kisah nyata Mary Kay Letourneau—guru yang berhubungan dengan murid laki-lakinya yang masih di bawah umur—namun Haynes dan penulis Samy Burch sengaja tidak membuat film biografi langsung. Sebaliknya, May December adalah drama psikologis yang dingin, tajam, dan penuh ketidaknyamanan tentang kekuasaan, manipulasi, dan dampak jangka panjang dari hubungan yang melanggar batas moral. Hingga 2026, film ini masih sering disebut sebagai salah satu karya paling cerdas dan tidak nyaman dalam genre drama dewasa. INFO CASINO

Sinopsis dan Struktur Narasi: Review Film May December: Drama yang Mengganggu

Cerita berpusat pada Gracie Atherton-Yoo (Julianne Moore), seorang ibu rumah tangga yang menikah dengan Joe Yoo (Charles Melton), pasangan yang dulu menjadi korban hubungan terlarang ketika Joe berusia 13 tahun dan Gracie 36 tahun. Dua puluh tahun kemudian, pasangan ini hidup tenang di pinggiran kota dengan tiga anak mereka. Ketika aktris terkenal Elizabeth Berry (Natalie Portman) datang untuk meneliti peran Gracie demi film biopik yang akan dibuat, ketenangan keluarga itu mulai retak. Elizabeth tidak hanya mengamati—ia mulai menyelami dan bahkan meniru perilaku Gracie secara mendalam.
Struktur narasi film sangat cerdas: sebagian besar cerita diceritakan melalui mata Elizabeth yang seolah-olah netral, tapi semakin lama semakin terlibat secara emosional dan manipulatif. Todd Haynes sengaja menggunakan nada campuran antara melodrama klasik Hollywood 1950-an dan thriller psikologis modern, menciptakan rasa tidak nyaman yang konstan. Tidak ada adegan kekerasan grafis atau eksploitasi murahan—semua ketegangan dibangun melalui dialog halus, ekspresi wajah, dan keheningan yang panjang.

Penampilan Aktor dan Penggambaran Karakter: Review Film May December: Drama yang Mengganggu

Julianne Moore memberikan penampilan terbaik dalam beberapa tahun terakhir sebagai Gracie: campuran antara kepolosan yang dibuat-buat, manipulasi halus, dan kerapuhan yang tersembunyi. Ia berhasil membuat penonton merasa simpati sekaligus jijik terhadap karakternya. Natalie Portman sebagai Elizabeth Berry tampil dingin, kalkulatif, dan sedikit narsis—seorang aktris yang ingin “memahami” korban sekaligus mengeksploitasi cerita untuk kariernya. Charles Melton sebagai Joe Yoo mencuri perhatian dengan peran yang paling emosional: seorang pria yang masih terjebak dalam trauma masa kecilnya, tapi berusaha menjadi suami dan ayah yang baik.
Ketiga aktor utama berhasil menciptakan ketegangan yang nyaris tak tertahankan hanya melalui tatapan mata, jeda bicara, dan bahasa tubuh. Chemistry antar mereka terasa tidak nyaman secara sengaja—seperti hubungan yang penuh kekuasaan tersembunyi dan manipulasi emosional.

Tema Utama dan Pendekatan Visual

May December mengeksplorasi tema kekuasaan dalam hubungan, dampak trauma jangka panjang pada korban, dan cara media serta masyarakat mengonsumsi cerita “skandal” untuk hiburan. Film ini juga menyindir industri film Hollywood yang sering mengubah tragedi nyata menjadi “drama menarik” tanpa benar-benar memahami penderitaan korban. Todd Haynes menggunakan musik yang ironis (mengambil inspirasi dari soundtrack Douglas Sirk) dan warna-warna cerah untuk menciptakan kontras yang mengganggu antara kemewahan permukaan dan kegelapan batin.
Adegan-adegan paling mengganggu bukanlah yang eksplisit secara seksual, melainkan momen-momen kecil: tatapan Joe yang kosong, senyum Gracie yang terlalu sempurna, atau cara Elizabeth “meniru” Gracie dengan dingin. Semua itu dibangun secara perlahan hingga mencapai klimaks yang tidak nyaman tapi sangat kuat di adegan akhir.

Kesimpulan

May December adalah film yang cerdas, gelap, dan sangat mengganggu—mengajak penonton untuk merasa tidak nyaman sepanjang durasi tanpa pernah memberikan jawaban mudah. Penampilan Julianne Moore, Natalie Portman, dan Charles Melton luar biasa, sementara arahan Todd Haynes berhasil menciptakan karya yang indah sekaligus menyesakkan. Film ini bukan sekadar tentang skandal Mary Kay Letourneau, melainkan tentang bagaimana kekuasaan, trauma, dan manipulasi emosional bisa bertahan selama puluhan tahun di balik topeng kehidupan “normal”. Bagi yang menyukai film seperti The Talented Mr. Ripley, Gone Girl, atau Parasite, May December adalah tontonan wajib. Film ini tetap relevan hingga 2026 karena mengajak kita bertanya: siapa sebenarnya korban dalam hubungan yang tidak seimbang, dan bagaimana masyarakat sering kali lebih tertarik pada cerita daripada penderitaan nyata. May December bukan film yang mudah ditonton—tapi itulah yang membuatnya sangat layak untuk dibahas dan diingat.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *