Review Film Death By Lightning: Sejarah Politik dan Ambisi

Review Film Death By Lightning: Sejarah Politik dan Ambisi

Review Film Death By Lightning: Sejarah Politik dan Ambisi. Death by Lightning tayang di Netflix pada 6 November 2025 sebagai miniseries terbatas empat episode, langsung menarik perhatian sebagai drama sejarah yang menghidupkan kembali kisah pembunuhan Presiden AS ke-20, James A. Garfield. Diadaptasi dari buku nonfiksi Destiny of the Republic karya Candice Millard, serial ini mengisahkan perjalanan Garfield yang tak terduga dari anggota kongres biasa menjadi presiden, serta obsesi mematikan Charles J. Guiteau, pengagumnya yang akhirnya menjadi pembunuh. Dibintangi Michael Shannon sebagai Garfield dan Matthew Macfadyen sebagai Guiteau, dengan durasi total sekitar empat jam, miniseries ini mendapat pujian luas karena penampilan aktor utama dan cara menyajikan sejarah politik abad ke-19 dengan sentuhan humor gelap serta relevansi modern. Dengan skor Rotten Tomatoes sekitar 90% dan apresiasi dari kritikus sebagai salah satu program terbaik tahun itu, serial ini jadi pengingat kuat tentang ambisi politik, korupsi, dan konsekuensi kekerasan dalam sistem pemerintahan. INFO CASINO

Alur Cerita dan Plot: Review Film Death By Lightning: Sejarah Politik dan Ambisi

Cerita berjalan paralel antara dua tokoh utama. Garfield digambarkan sebagai pemimpin rendah hati yang anti-korupsi, pro-reformasi layanan sipil, dan pendukung hak sipil pasca-Perang Saudara. Ia naik ke kursi presiden secara tak terduga setelah pidato nominasi yang mengesankan di Konvensi Nasional Republik 1880. Di sisi lain, Guiteau adalah sosok delusi yang meyakini dirinya berperan besar dalam kemenangan Garfield dan pantas mendapat jabatan diplomatik sebagai imbalan. Plot mengikuti upaya Guiteau memaksa masuk ke administrasi, penolakan berulang, hingga keputusasaan yang berujung pada penembakan Garfield di stasiun kereta Washington pada 2 Juli 1881. Garfield bertahan 80 hari sebelum meninggal karena infeksi akibat perawatan medis buruk. Serial ini menyoroti mesin politik spoils system, konflik antara Stalwarts dan Half-Breeds, serta ambisi pribadi yang menghancurkan. Ada elemen humor dari kegilaan Guiteau dan kritik tajam terhadap korupsi, membuat narasi terasa relevan dengan isu politik kontemporer. Meski linear dengan sedikit flashback, pacing cepat dan dialog tajam membuat empat episode terasa padat tanpa terburu-buru.

Pemeran dan Penampilan: Review Film Death By Lightning: Sejarah Politik dan Ambisi

Michael Shannon sebagai James Garfield memberikan penampilan tenang tapi kuat, menyampaikan integritas dan beban kepemimpinan dengan nuansa halus. Ia membuat Garfield terasa manusiawi—reluctant leader yang berusaha melakukan hal benar di tengah politik kotor. Matthew Macfadyen sebagai Charles Guiteau mencuri perhatian dengan masterclass dalam memerankan sosok patetik dan berbahaya. Dari kegembiraan maniak saat merasa menang hingga keputusasaan tragis, Macfadyen membawa campuran komedi gelap dan tragedi yang membuat karakternya tak terlupakan. Pemeran pendukung seperti Betty Gilpin, Nick Offerman, Bradley Whitford, dan lainnya menambah kedalaman, terutama dalam menggambarkan intrik politik Washington. Ensemble cast solid, dengan chemistry yang membuat dinamika kekuasaan terasa autentik. Visual produksi handsomely mounted—kostum periode, set rekonstruksi, dan sinematografi yang mendukung nada campuran komedi-tragedi—membuat serial ini terasa cinematic.

Elemen Sejarah Politik dan Ambisi

Serial ini unggul dalam menyajikan sejarah politik pasca-Perang Saudara: transisi dari spoils system ke reformasi merit-based, konflik faksi Republik, dan dampak kekerasan politik. Ambisi Guiteau digambarkan sebagai ekstrem dari pencarian jabatan melalui koneksi, sementara Garfield mewakili idealisme yang kontras. Ada kritik tajam terhadap bagaimana ambisi pribadi bisa menghancurkan institusi, serta bagaimana kekerasan politik mengubah arah sejarah—Garfield berpotensi membawa reformasi besar jika tidak terbunuh. Nada campuran komedi dan tragedi membuatnya engaging: lucu dalam kegilaan Guiteau, pilu dalam kegagalan sistem. Beberapa kritik menyebut sedikit fiksi dramatis, tapi secara keseluruhan akurat dan informatif, penuh “I was today years old when I learned” moments. Serial ini jadi pengingat bahwa sejarah Amerika penuh dengan tokoh terlupakan yang ambisinya membentuk masa kini.

Kesimpulan

Death by Lightning adalah miniseries sejarah yang kuat dan menghibur, berhasil menghidupkan kisah terlupakan tentang ambisi politik dan tragedi pembunuhan James Garfield. Dengan penampilan luar biasa Matthew Macfadyen dan Michael Shannon, plus narasi tajam yang relevan hari ini, serial ini jadi tontonan wajib bagi penggemar drama politik. Meski pendek, ia menyampaikan pesan mendalam tentang konsekuensi ambisi tak terkendali dan pentingnya reformasi. Skor keseluruhan: 8.5/10, sejarah yang terasa hidup, lucu, dan menyedihkan sekaligus—pilihan tepat untuk yang ingin memahami akar kekacauan politik Amerika.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *