Review Film Lilo & Stitch Live: Nostalgia atau Gagal? Film live-action Lilo & Stitch resmi tayang 23 Mei 2025 dan langsung jadi salah satu rilis Disney paling ramai dibicarakan tahun itu. Adaptasi dari animasi klasik 2002 ini dibintangi Maia Kealoha sebagai Lilo, Sydney Elizebeth Agudong sebagai Nani, Zach Galifianakis sebagai Jumba, dan Chris Sanders kembali mengisi suara Stitch. Disutradarai Dean Fleischer Camp, film ini punya budget US$170 juta dan sudah raup US$890 juta global hingga Januari 2026. Rating Rotten Tomatoes 78% kritikus dan 89% penonton, CinemaScore A-. Cerita tetap setia pada aslinya: Lilo, gadis kecil Hawaii yang kesepian, bertemu Stitch—makhluk alien pengacau yang jadi “anjing” keluarganya. Pertanyaannya: apakah live-action ini berhasil bangkitkan nostalgia, atau malah terasa gagal karena tak bisa saingi pesona animasi asli? BERITA TERKINI
Kekuatan Visual dan Cast yang Menyentuh dari Film Lilo & Stitch Live: Review Film Lilo & Stitch Live: Nostalgia atau Gagal?
Visual live-action jadi salah satu poin terkuat. Pulau Kauai, Hawaii, difilmkan langsung dengan lokasi asli—pantai, hutan, dan rumah kayu Lilo terasa autentik dan indah. Efek CGI Stitch berhasil bikin dia terlihat hidup: bulu biru, mata besar, dan gerakan lincah yang lucu sekaligus nakal. Desain Stitch tetap setia pada animasi—ekspresi wajahnya ekspresif, dan momen dia “senyum jahat” atau “peluk Lilo” bikin penonton meleleh. Adegan penerbangan dan kehancuran kota kecil terasa megah tanpa berlebihan. Maia Kealoha sebagai Lilo jadi casting paling tepat—gadis kecil berusia 7 tahun ini bawa energi liar, kesedihan, dan kecerdasan yang pas. Chemistry antara Kealoha dan Stitch terasa nyata—momen mereka “ohana” di pantai malam hari jadi salah satu adegan paling emosional. Sydney Agudong sebagai Nani beri performa dewasa tapi rapuh, sementara Zach Galifianakis sebagai Jumba bawa humor absurd yang pas. Chris Sanders kembali suarai Stitch dengan suara ikonik—tak ada pengganti yang lebih cocok.
Kelemahan Adaptasi dan Perbandingan dengan Animasi Film Lilo & Stitch Live: Review Film Lilo & Stitch Live: Nostalgia atau Gagal?
Meski visual dan cast kuat, film ini punya kelemahan di beberapa bagian. Cerita terasa agak dipanjangkan—durasi 1 jam 48 menit terasa lambat di babak tengah karena tambahan subplot seperti konflik sosial Nani dan Lilo yang tak ada di animasi. Beberapa momen ikonik seperti “Hula dance” dan “Stitch destruksi kota” dibuat lebih realistis tapi kurang liar dan lucu dibanding versi kartun. Efek CGI di adegan malam kadang terlihat kurang mulus—Stitch terasa agak “plastik” di gelap. Humornya tetap ada, tapi tak sejenaka animasi asli yang penuh slapstick. Beberapa fans bilang live-action kehilangan pesona kartun—ekspresi wajah Stitch tak sefleksibel 2D, dan warna cerah jadi lebih natural tapi kurang “magis”. Ada juga kritik kecil soal casting—Agudong sebagai Nani terasa terlalu dewasa dibanding animasi, meski aktingnya solid.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia suka banget—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak keluarga nonton bareng dan diskusi pasca-film soal keluarga dan penerimaan diri. Box office US$890 juta (dengan proyeksi akhir US$1,1–1,2 miliar) tunjukkan sukses komersial, meski tak sebesar The Lion King 2019. Di media sosial, klip “Stitch peluk Lilo” dan “ohana scene” jadi viral. Film ini juga bantu buka diskusi soal adopsi, keluarga non-tradisional, dan kesehatan mental anak di kalangan orang tua. Disney kembali bukti live-action mereka bisa sukses kalau tetap setia pada sumber asli sambil tambah kedalaman emosional. Sekuel sudah diumumkan untuk 2028, fokus pada petualangan baru Lilo dan Stitch.
Kesimpulan
Lilo & Stitch live-action 2025 adalah adaptasi yang berhasil bangkitkan nostalgia tanpa merusak esensi asli. Visual memukau, chemistry cast kuat, dan pesan ohana tetap menyentuh hati. Meski pacing tengah agak lambat dan CGI kadang kurang mulus, film ini tetap jadi tontonan keluarga yang hangat dan menghibur. Worth it? Sangat—terutama buat yang tumbuh dengan animasi 2002. Kalau suka cerita tentang keluarga, penerimaan diri, dan alien lucu, film ini wajib ditonton di bioskop—efek layar lebar bikin Stitch terasa lebih hidup. Disney lagi on fire dengan live-action—semoga sekuelnya juga sekuat ini. Nonton kalau belum—kamu bakal tersenyum dan mungkin nangis sedikit. Ohana means family, dan film ini bikin kita ingat itu lagi.